
I took bajaj when i was getting off from the bus. And i found something, unforgettable. Unbelievable.
Driver:"Sekolah di 77 bukan sih?"
Me: (getting scared) "Mmmmm iya."
Driver:"Soalnya saya pernah gitu liat di 77"
Until five minutes maybe we passed the way then he started to talk again.
Driver:"77 ada yang nggak lulus ya?"
Me:"Waduh saya kurang tau Pak, soalnya saya lulus tahun lalu."
Driver:"Sekarang sekolah dimana, Dek?"
Me:"Di SMA 77, sebelahnya."
Driver:"Masuk sana agak susah nggak?"
Me:"Kalo masuk lewat gerbangnya sih gampang haha, tapi kalo buat sekolah disana wah cukup berat juga buat dapetin nilai standar masuk sana."
Driver:"Nilai adek berapa toh?"
Me:"Waktu jaman saya, 35,75 diterima Pak."
Driver:"Oh gitu ya, aduh saya suka kasian sama anak-anak yang ga bisa lulus."
Me:"Saya juga"
Driver:"Di daerah rumah saya di jawa tengah tuh ya aduh banyak yang ga lulus."
Me:"Kok bisa Pak?"
Driver:"Iya, soalnya pelajarannya itu banyak yang kurang bisa."
Me:"Wah berarti kurikulumnya harus diperbaruin tuh."
Driver:"Oh iya kali ya, tapi syukur anak saya disana masuk sekolah yang nomer satu se kecamatan loh."
Me:"Wah keren dong ya Pak. Lulus ga?"
Driver:"Anak saya baru kelas 3 SD."
Me:"Oh gitu."
Driver:"Les di LIA kan ya Dek?"
Me:( I THOUGHT, HOW CAN HE KNEW ME AS FAR AS THIS??????) "enggak kok, tapi dulu pernah"
Driver:"Ikut nurul fikri juga nggak?"
Me:"Nggak."
Driver:"Nurul fikri ada kan buat SMP?"
Me:"Ada kok."
Me:"Pak, Pak udah Pak sampe sini aja. Kiri."
I don't know who is he, but i felt some unrecognize sense. So i give him more for than the cost deal before. Thanks :)))))))))
Tidak ada komentar:
Posting Komentar